Selasa, 09 Februari 2016

GETIR

Selasa malam, 9 Februari 2016

Satu pekan lebih berlalu di bulan februari. Bulan yang menurutku akan mendatangkan banyak kebahagiaan, bulan yang didalamnya tersimpan secercah harapan.
Namun terkadang hidup bisa saja melenceng dari ekspektasi yang kita semogakan.

Hmm....
Satu hela nafas terasa begitu berat
Kucoba menarik nafas dalam-dalam, satu kali, dan satu kali lagi.

Semalam, adalah satu malam yang berhasil membuatku sangat terpukul. Otak dan hatiku tidak lagi dalam keadaan sinkron.
Kabar buruk datang menghampiri kami, pamanku terkena musibah, ia mengalami kecelakaan hebat sehingga mobilnya hancur. Aku tersentak, jantungku berdegup kencang dan aku berada dalam kegetiran.
"Semoga tidak terjadi apa-apa", pikirku.
Kami langsung menuju kantor polisi, dan menemui pamanku yang tertunduk lesu di sudut ruangan kecil itu. Suasana seketika berubah menjadi haru, mereka saling berpelukan. air mataku nyaris berurai namun dengan sekuat tenaga aku menahannya agar  ia tidak jatuh. Ya Allah, syukurlah tidak ada luka serius pada pamanku, hanya saja ia terlihat shock dan kini hanya terdiam.

Aku sangat merasa kasihan pada kakak-kakakku, banyak dana yang terkuras karena musibah ini. Tapi apalah dayaku, tak banyak yang bisa aku perbuat, namun aku terus memikirkan mereka. Aku benar-benar dalam situasi yang sulit..

Tak berselang tiga jam dari kabar buruk tersebut, lagi-lagi aku harus menerima kenyataan pahit. Pahit sekali, dan terasa kelu. Aku melihat seseorang yang dulu pernah peduli padaku, kini ia telah mengikrarkan dirinya bersama wanita lain, wanita yang dicintainya, wanita yang berarti dalam hidupnya, tak lain dan tak bukan adalah kekasihnya.
Aku tersentak untuk kedua kalinya..
Jantungku berhenti berdetak sesaat, sesak.

Sepertinya ada sesuatu yang menikam dadaku, sakit sekali.

Sejujurnya aku telah memprediksi hal ini akan terjadi di kemudian hari, namun aku seolah menutup mata dan telingaku dan aku berusaha menjelaskan pada diriku sendiri bahwa mereka tak selalu benar.

Pada akhirnya, ah sudahlah

Aku terlampau percaya pada pria yang perkataannya selalu terdengar seperti omong kosong, dan sekarang terbukti bahwa dia memang seseorang yang omong kosong.
Satu yang sangat aku sesalkan, karena aku berkata sangat jujur padanya.
Ironisnya, kejujuranku telah tergadai dengan kemunafikan dan kebohongan besar.
Jika pada akhirnya akulah yang menjadi bagian yang dilemahkan, maka lebih baik aku diam.
Jika aku berbicara untuk menjelaskan sebuah pengaburan, maka lebih baik aku diam.
Namun, aku tak mampu melindungi batinku dari gejolak yang terlalu besar. Gejolak yang pada akhirnya merobohkanku diriku sendiri.

Aku bungkam, dalam muram.
Aku kelu, dalam pilu.

Aku berusaha untuk tegar, menerangkan pada diriku bahwa kisah yang satir ini akan bertukar menjadi cerita yang baik.
Sangat naif jika aku berkata bahwa aku baik-baik saja. kuakui ada perasaan gundah  dalam dada, mengusik pikiranku selama dua hari ke belakang.
Mereka pernah bilang lepaskan saja apa yang ingin kamu luapkan sampai hatimu lega dan setelahnya kamu tak perlu menoleh lagi ke belakang.
Maka, aku menangis sejadi-jadinya. Pandanganku berubah menjadi buram, samar, ragaku serasa hampa, tersapu deburan angin, diatas sepeda motor badanku terasa kaku.

Aku tiada siapapun kecuali Allah di hatiku..

Allah begitu baik kepada hambaNya, dibalik semua peristiwa terselip sebuah hikmah yang bisa dipetik, dikaji dan diambil pelajaran. Aku yakin, Allah punya rencana baik untukku.

--------------------------------------------------------

IBU, AKU INGIN MENANGIS..
tolong dengarkan tangisanku satu kali saja, bu.
Ibu, tolong aku...
Tolong tenangkan diriku bu..
Aku berada dalam situasi yang sangat sulit..
Genggam tanganku sebentar saja hingga aku merasakan sedikit ketenangan, lalu aku akan pergi lagi menghadapi dunia yang keras ini, bu.

--------------------------------------------------------

Hey, Rizal.
Ada apa? Kenapa kau datang kembali?
Apa kau ingin menertawakanku karena sekarang aku telah jatuh dan terpuruk?
Oh, maafkan aku.
Ternyata aku salah.
Kau sekedar meneleponku untuk menanyakan kabarku, lalu kujawab : aku tidak sedang baik, tapi cukup baik untuk melanjutkan hidup.
Hah, kau tahu sendiri kan, aku tidak pernah bisa menyimpan rahasia padamu.
Akhirnya kau tahu semua yang terjadi padaku.
Lantas kau bilang : "aku sangat menyesal tidak bisa menyelamatkan hatimu"
Hey, apa maksudmu? Aku sepertinya tidak mengerti perkataanmu.
"Aku tahu sejak awal, bahwa pria yang berusaha mendekatimu hanya ingin mempermainkanmu, dia bukanlah orang yang baik, aku sangat tahu itu. Tapi apalah dayaku, aku tak bisa menahanmu.

Kemudian aku menjawab:
Tak perlu kau risaukan,
apa yang terjadi padaku saat ini adalah apa yang memang semestinya terjadi padaku.

Baiklah.

Sambungan telepon terputus.

Dan aku tertidur,
Sebab beban di kepalaku terlampau berat.

Senin, 08 Februari 2016

Unhappines Situation

Dear sky and night
Today is complicated, i feel happy, sad and bad
You know, i don't know why before I go to somewhere with my coworkers, i feels a syndrom like so sad. I wanna cry and cry. Then I imagine that there an accident will happen to me. I'm scary, my mind was disturbed and my tears almost drops.

Senin, 11 Januari 2016

Tulisan untuk Si Mata Coklat (Browneyes a.k.a Rizal Strawhat)

Teruntuk :
Muhammad Arizal, S.Pd

Tersungging senyum kecil saat aku menulis namamu dengan titel sarjana pendidikan, karena aku sangat tahu bukanlah hal yang mudah bagimu untuk mendapatkan titel itu. Perjuanganmu patut diacungi jempol, dan itu bukan dalam waktu yang singkat :)

Baiklah, sekedar intermezo. Sekarang aku akan katakan inti dari apa yang tersirat dalam benakku saat ini.

Rizal, kau tahu.
Mungkin kemarin malam adalah air mata pertamaku yang jatuh setelah sekian lama aku tidak pernah menangis karenamu.
Pesan yang kau kirimkan memberi pengaruh yang maha dahsyat kepada diriku.
Tak sanggup aku membayangkan keadaanmu yang dirundung duka nun jauh disana.
Kau bilang, malam ini, malam dimana usiamu bertambah satu tahun, kau ingin mengingat semua kenangan kita hingga kau dapat tertidur dengan tenang, dan berharap esok hari kau bangun dengan semangat dan mimpi baru.
Maafkan aku..
Kau benar, aku bahkan nyaris lupa dengan hari ulang tahunmu. Kalau saja aku tidak mencatat hari ulang tahunmu di kalender ponselku, mungkin aku akan lupa kalau hari ini adalah 11 Januari.
Ya, 11 Januari. Hari dimana dahulu selalu kita nanti-nantikan karena pada tanggal ini kita merayakan dua momen sekaligus. Tapi tidak dengan tahun ini, semuanya telah berubah bak ditelan oleh waktu.

Malam ini aku merasakan kesedihan yang mendalam, begitu juga kau.
Mengapa kita mesti bersedih padahal dulu kita pernah tertawa lepas?
Mengapa kita mesti bertengkar padahal dulu kita sangat kompak?

Rizal, apa kau pikir aku telah melupakan kenangan kita begitu saja?
Tidak, kau salah.
Kau ingat, dulu sewaktu kita menjalin persahabatan, kau pernah membelikan sepatu di hari ulang tahunku karena aku tidak punya cukup uang untuk membelinya dan kau tahu bahwa aku menginginkannya.
Kau tahu, perasaanku sangat senang sekali waktu itu. Tapi aku hanya memikirkan diriku sendiri, aku menginginkan sepatu itu karena aku ingin tampil cantik di hadapan orang lain. Sungguh, aku benar-benar tidak berfikir atas dirimu.
Sebaliknya apa yang pernah aku berikan padamu? Saat ulang tahunmu aku hanya memberikanmu sebuah kompas, agar kau tidak tersesat dan salah arah. Dan kini pun kau telah mengembalikan kompas itu kepadaku.
Maafkan aku..
Kau ingat, saat kita pergi ke toko musik bersama dan kau menemaniku membeli sebuah gitar. Kau sangat tahu bahwa aku ingin memiliki gitar sendiri, kau pun rela patungan agar aku bisa mendapatkan gitar yang lumayan bagus. Padahal saat itu kau hanyalah sahabatku. Mengapa kau begitu baik kepadaku?

Rizal, ingatkah kau
Saat motorku rusak ditengah jalan sehabis pulang magang dan harus dibawa ke bengkel padahal saat itu aku tidak membawa cukup uang. Aku meneleponmu lalu kau dengan segera menyusulku dan membawa uang, padahal kau sendiri datang dengan motormu yang butut dan mengenaskan. Aku ingat sekali saat itu.

Kau ingat, saat kita menonton konser grup band yang sangat aku sukai.
Kau sangat mencemaskanku, namun aku malah memarahimu karena kau tidak memberiku izin untuk berada dibarisan paling depan. Aku tahu kau sangat mengkhawatirkanku, namun aku seolah tak peduli atas tindakanmu. Aku benar-benar hanya memikirkan diriku sendiri.
Begitupun saat pulang, kakiku penuh dengan becek dan sebelum naik motor kau dengan tulus mencucikan kakiku hingga benar-benar bersih. Kau sendiri tidak memperdulikan sepatumu yang hampir rusak karena terinjak-injak. Kau benar-benar hanya memikirkan diriku.

Kau tahu, saat kau membelikanku pom-pom sebagai hadiah ulang tahunku. Itu merupakan hadiah terindah yang pernah kudapatkan seumur hidupku. Ingatkah kau saat kita membawa pulang pom-pom dan cuacanya sedang gerimis. Lalu kita berteduh dibawah pohon dan membawa kardus berisi kucing. Orang-orang heran melihat kita tapi kita hanya tertawa.

Rizal ingatkah kau
menjelang hari wisudaku kau menemaniku membeli semua perlengkapan wisuda. Kau selalu ada disaat aku butuhkan.
Tapi aku?
Aku bahkan hampir lupa hari dan tanggal wisudamu.

Ingatkah kau,
Disaat semua orang mulai meninggalkanku, kau dengan setia tetap berada disisiku.
Bahkan saat aku berada di titik terendah dalam hidup (saat aku belum mendapatkan pekerjaan), kau berusaha selalu ada untuk menghiburku, tapi aku tidak pernah bersyukur akan hal itu.

Aku selau bilang, aku ingin mempunyai pasangan yang romantis. Lalu kau mulai berusaha romantis walau itu tampak konyol dan bodoh. Yang ada, aku malah menertawakanmu.

Ah, masih banyak sekali kebaikan-kebaikanmu terhadapku yang terlambat aku sadari.
Bisa dikatakan terlalu banyak sehingga memori dalam otakku tidak mampu menampung semua kenangan itu.
Semua orang berkata kau baik. Sampai akhirnya aku menyadari bahwa kau memanglah benar-benar orang yang baik.

Seperti kata pepatah :
Gajah di pelupuk mata tak nampak, semut di seberang lautan terlihat jelas.
Aku sering mengabaikanmu, mengacuhkanmu, memandangmu sebelah mata. Padahal kaulah orang yang paling mencintaiku dengan begitu dalamnya. Namun pandanganku malah tertuju untuk orang lain.

Maafkan aku..

You gave me roses, and I left them there to die
(Kau berikan aku mawar, dan aku tinggalkan disana hingga mati)

You gave me all your love and all I gave you was Goodbye...
(Kau memberikanku seluruh cintamu dan yang kuberikan hanyalah perpisahan..)

Luka yang kutancapkan ke hatimu begitu dalam, mungkin terlalu dalam.
Sehingga perih itu masih tetap terasa walau kau telah berusaha mengobatinya.

Rizal, tahukah kau
Saat menulis tulisan ini aku menitikkan air mataku. Aku mengingat semua perkataanmu.
Sedalam itukah perasaanmu padaku hingga kau rela menangis demi aku.
Setahuku kau adalah orang yang kuat dan paling tegar
tapi kali ini kau tak mampu membendung air matamu, karena terlalu berat perasaan sakit yang kau tahankan.

Aku tidak pernah berfikir kita bisa sejauh ini, kadang aku masih merasa tidak masuk akal kalau hubungan persahabatan kita dapat berubah seperti sekarang ini.
Lucu memang, bila di pikirkan.
Dulu aku pernah bilang kan, "Berpacaran dengan sahabat? Ada dua kemungkinan di kemudian hari : Berkomitmen untuk selamanya atau kehilangan sahabat selamanya"

Sebenarnya aku pernah menulis tentangmu sebelumnya disini http://febriyossi.blogspot.co.id/2014/08/ini-cerita-kami-mana-cerita-kalian.html,
Kau tidak pernah tahu, kan?
Buka saja link itu jika kau mau baca.

Rizal, aku tak ingin lagi melihat kau bersedih.
Berjanjilah bahwa kesedihanmu ini adalah untuk yang terakhir kalinya.
Aku merindukan kau yang dulu, sangat merindukan dirimu yang dulu.
Rizal yang penuh dengan mimpi-mimpi membara, yang penuh dengan asa berapi-api dan dengan rencana-rencana yang sedikit tidak masuk akal. Tapi itulah dirimu, cs ku yang kenal dengan sangat baik.

Masih ingatkah penggalan kata-kata dalam film Sang Pempmpi yang kita tonton bersama?
"Tahu apa kau tentang cinta, Boy. Hidup ini terlalu keras untuk orang-orang macam kita"
Percayalah Zal, hidup ini tidak semata-mata hanya tentang cinta dan cinta. Kita masih punya mimpi-mimpi besar dan rencana masa depan yang harus kita persiapkan sedini mungkin.
Dengan ataupun tanpaku, hidupmu harus tetap berlanjut.

When your Birthday Passed, I didn't Call...

Terakhir, aku hanya ingin mengucapkan selamat atas ulang tahunmu yang ke-26.
Bukan usia yang muda lagi, bukan? ^_^
Harapanku untukmu, biar kuselipkan dalam doa.
Jangan khawatir, selalu aku doakan untukmu hal yang baik-baik :)
Meski tadi malam aku telah memberimu ucapan selamat, namun aku tetap merasa bersalah karena aku telat mengucapkannya. Kau menungguku dari jam 00 dan pada akhirnya kau baru memberimu ucapan selamat pada pukul 03.00 dinihari.
Lagi-lagi Maaf, karena tidak ada yang bisa aku persembahkan di harimu yang spesial ini.

Terakhir kau bilang, kau mulai bisa mencintai wanita lain.
Aku turut berbahagia akan hal itu.
Harapanku, semoga kau mendapatkan wanita yang baik, dan terbaik.

Mungkin segini saja yang bisa aku katakan kepadamu, karena mataku sangat tidak bisa diajak berkompromi lagi.
Sekian dan Wassalam.


Batam, 11 Januari 2016  Pukul 23:53
Ocy


Hey.
Malam ini aku terfikir untuk menggubah tulisanku ini.
Karena tadi malam aku sudah tidak sanggup untuk menulis, akan tetapi masih banyak yang sebenarnya ingin aku sampaikan
Masih banyak kenangan-kenangan kita yang ingin aku flashback disini.
Karena aku pernah mendengar pepatah bijak,
"Yang terucap akan lenyap, yang tercatat akan teringat"
Oleh sebab itulah aku memutuskan untuk menulis semua peristiwa yang ingin aku ingat serta perasaan yang ingin aku curahkan, sebenarnya.

Kau ingat tidak,
Waktu aku bekerja diluar kota palembang, aku sudah mewanti-wantimu untuk tidak menemuiku tapi kau bersikeras untuk datang ke mess tempatku bekerja. Padahal kau tahu aku akan pulang minggu depan. Dan aku tahu, kau memang seorang yang keras kepala.
Hanya untuk menemui aku kau rela menghabiskan waktu perjalanan selama 6 jam. Padahal kita hanya bertemu tak lebih dari dari dua jam.
Kau membawakan kami banyak makanan.
Aku ingat betul, tak lama setelah kau dan temanmu pulang, turun hujan begitu lebat. Kau bilang bajumu basah dan kalian berteduh sampai hujan reda.

Suatu hari kau berencana menemuiku lagi tanpa memberitahu aku sebelumnya. Setelah setengah perjalanan kau menelponku dan bilang bahwa kalian akan segera tiba. Lalu aku marah dan menyuruh kalian pulang, lalu kau dan teman-temanmu berbalik arah dan pulang dengan rasa kecewa.
Maafkan aku..

Aku sangat senang memasakkan makanan untukmu. Walau kutahu rasanya kurang pas, karena aku memang tergolong wanita yang tidak pandai memasak. Tapi kau selalu menghabiskan makanan yang kumasakkan untukmu. Apapun yang kuberikan, selalu kau habiskan. Ada perasaan senang dan bangga, karena kau bisa menghargai apa yang aku beri.
Terima kasih..

Dan kau tahu,
hanya di hadapanmu lah aku benar-benar bisa menjadi diriku sendiri.
Perasaanmu tidak pernah berubah kepadaku walau aku tampil seburuk mungkin di hadapanmu.
Seburuk dan sejelek apapun aku, seaneh dan separah kebiasaan burukku, kau tetap menerimaku jua. menerimaku dengan apa adanya.
Ah, aku benar-benar sangat beruntung waktu itu.

Rizal,
Jangan sekali-kali berfikir bahwa aku tidak pernah mencintaimu.
Dulu aku juga sangat mencintaimu, sangat.
Tapi cintaku tidak pernah melebihi besarnya cintamu.
Dulu aku sangat peduli padamu.
Masalahmu adalah masalahku juga. Beban yang kau pikul adalah tanggunganku juga.
Meski terkadang aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu mengurangi masalahmu.

Semuanya bermula dari kebiasaanmu yang membiasakanku terbiasa dengan keadaan itu.
Kau menuruti semua kemauanku.
Kau selalu mengalah denganku.

Hey,
Aku menambahkan beberapa foto kita disini.
Sejujurnya aku masih menyimpan foto-foto kita di laptop ini.
Seabreg foto kita berdua masih tersimpan rapi. Biarkan lah mereka tersimpan sampai aku puas melihatnya, lalu aku benar-benar akan menghapusnya.

Minggu, 24 Agustus 2014

Ini Cerita Kami, Mana Cerita Kalian?

"Tuhan tolong aku jelaskanlah perasaanku berubah jadi cinta..

Mungkin cobaan untuk persahabatan, atau mungkin sebuah takdir tuhan.."

Yaps. Ini penggalan lagu Zigas yang judulnya Sahabat Jadi Cinta, dan lagu ini ceritanya klop banget sama kami berdua. Aku : Febri Yossi Permata dan Dia : Muhammad Arizal. Hehe

Kami sudah lama berteman, sekitar 4 tahun (kalo ditambah sekarang jadinya 5 tahun). Awal pertemanan kami dimulai dari awal masuk kuliah, kami tidak sengaja berbarengan sewaktu ospek. Pulang dalam satu bus. Cerita punya cerita, namanya Rizal dan aku sering memanggilnya ijal atau cs, temannya adalah temanku juga, namanya Dwi. Dwi adalah guru les privatku yang cukup berjasa (walaupun ngajarinnya abal-abal dan cuma bentar) bagiku. Mereka kenal karena punya satu hobi yang sama yaitu main musik (read : ngeband).

Oke lanjut.
Semester satu. Perdana masuk MPK Agama Islam, nggak diduga aku satu kelas dengannya. Nah dari situlah kami jadi sering cerita dan kebetulan aku waktu itu belum ada teman dekat, cuma satu yaitu Sunaya teman satu bangku SMP-ku dulu yang kebetulan satu kelas juga. Tapi payahnya, si Sunaya ini jurusan teknik sipil, kadang dia mau masuk mata kuliah lagi dengan buru-buru, kadang juga mau buat tugas dulu dan kami selalu pisah saat berjalan ke fakultas masing-masing. Ya udah deh, jadinya kebanyakan aku cerita sama si Ijal ini -_-

Dan tempat nongkrong kami di bangku depan MPK kalo nggak dibawah gedung MPK deket parkiran. Dia banyak cerita sama aku. Terutama tentang mantan dan gebetannya. Tentang rencana-rencana kuliah dan bisnisnya. So far, I still be a good listener. Waktu itu aku posisinya udah ada cowok juga sih, aku juga sering curhat masalahku ke dia. Nggak jarang juga dia minta kenalin sama temenku buat dijadiin gebetan.

Kami pernah beberapa kali makan bareng. Disitu  dia ngenalin aku sama Kak Frengky, anak Teknik Mesin 2005 yang notabene temennya Dwi juga. Kami pernah makan bertiga, dan as ever namanya cowok obrolannya gak jauh dari cewek, wanita dan perempuan. Hadeh.. >.<
Selain itu kami juga ngobrol masalah kuliah dan beberapa tips menghadapi ujian semester dari sesepuh (frengky, red).

Pernah suatu hari kami nongkrong bertiga, nongkrong di perpustakaan gitu ceritanya. Walhasil, ke perpusnya cuma berapa menit. Sisanya duduk di pojokan sambil ngeliatin mahasiswi yang lewat. Hah! What the fuckin day :-x
Yah begitu dah resiko temenan sama cowok, walaupun sebenernya lebih nyaman juga..

Pernah waktu aku lagi jalan sama mantanku dulu, si temen ini nelpon, sering pula dan ini bukan sekali dua kaliyang jadi penyebab pertengkaran (haaaaaaa yang terjadi..)
Sewaktu nyaris putus (dan akhirnya putus) dengan mantanku ini, aku sering banget telpon cs-ku sembari nangis. Seingatku dia nggak pernah tuh nyaranin sesuatu yang bisa buat diri aku lega. Entah, nggak tau kenapa aku ngerasa lebih plong aja ketika nelpon dia dan nyeritain masalahku.

Beberapa kali aku kenalin sama temenku, eh nggak pernah ada yang berhasil. Tau deh apa penyebabnya. Banyak milihnya setau gue.. Padahal tampang juga biasa aja, ya itu sih : jelek kagak, ganteng jauh..wkakakak

TO be continue

Senin, 16 Desember 2013

Untitled

Tanpa mengurangi rasa hormat, aku hanya ingin sedikit mencurahkan perasaan yang sedang aku alami.
Dunia ini, dunia yang fana (sementara) ini menyiratkan beberapa goresan kenangan entah itu manis ataupun pahit.
Aku kadang merasa dalam keadaan yang sulit dan membuatku tak mengerti.
Aku hanya bertanya-tanya dan belum juga mendapatkan jawaban itu.
Mungkin aku terlalu egois, sehingga menitikberatkan masalah yang semata-mata hanya aku yang memilikinya. 
Semua perlahan memudar dan tujuan hidupku agak menjauh dari apa yang aku inginkan.

Mungkin,
aku terlalu terlena akan kesenangan sementara yang tidak memberikan kepastian terhadapku.
sehingga aku melupakan  tugas utamaku dan arah hidupku yang telah ku susun rapi seakan mereka memberontak untuk pergi.

Aku terlalu payah dalam hal ini. Aku.......
ah,,entah kata-kata apa lagi yang dapat aku tuliskan untuk menggambarkan semua ini.

Aku kehilangan jati diriku. Hidup dalam kebimbangan yang membuatku tertatih-tatih menyusun kembali mimpi dan harapan seperti re,,, kembali berncana lamaku.

Maafkan aku telah mengecewakan kalian..
Prestasiku tidak sebagus dulu dan aku belum bisa membuat kalian bangga dengan apa yang ada dalam diriku.
Aku harus berjuang,, kembali berjuang meski harus meneggak kenyataan pahit dan kelam. 
Aku tak apa, aku benar-benar tidak mengapa jika semua yang aku lakuakn merupakan kebaikan terbaik untukku.

Selayaknyalah, aku akan membuat kekacauan (kecil) ini agar berakhir dengan sesuatu yang pantas.

Rabu, 14 Agustus 2013

Inspirasiku

...Lalu kenapa aku jadi seorang yang pengecut seperti ini?
ah entahlah, aku seolah kehilangan pusaran mental ditengah derai ombak kehidupan yang rumit ini.
Barangkali aku punya secercah semangat dari orang yang selalu ada bersamaku.
Dialah engkau, yang rela berbagi atas kesulitan yang aku miliki.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Jiwa baru, semangat baru !

Setelah beberapa abad gue gak memperdulikan blog gue yang udah usang ini, akhirnya sekarang gue memutuskan untuk menulis kembali di blog yang hampir punah ini.
Entah kenapa, gue selalu menulis disaat gue lagi banyak kerjaan, banyak tugas dan kewajiban yang musti gue selesaikan. Sangat bertolak belakang dengan kebanyakan orang yang menulis di sela-sela waktu senggang, waktu santai dan waktu mereka lagi gak ada kerjaan. yah, itulah anehnya gue. Gue aja kadang-kadang gak habis pikir sama diri gue sendiri (udah ah gak penting!)

Pada kesempatan kali ini (lu kira pidato?), gue cuma mau nulis apa yang gue rasakan saat ini.
Sebenernya gak penting-penting amat sih (emangnya yang bilang blog ini penting siapa?), tapi bagi gue ini penting.

Selama masa ini, gue baru tahu sulitnya kehidupan. mulai dari dicampakkan, direndahkan, dicaci maki, diacuhkan dan dianggap gak penting oleh orang-orang di lingkungan sekitar gue. kerasnya hidup baru kerasa. kadang gue sempet drop dan merasa gak sanggup lagi nerusin hidup.
namun terkadang gue juga berfikir, kalo orang lain bisa kenapa pula gue mesti nyerah begitu aja?
ini baru awal, gue harus terus kuat untuk bisa ngejalaninnya.
GUE NGGAK SENDIRI, tanpa disadari begitu banyak orang-orang disekitar gue yang sangat sayang dan mendukung gue. teman, sahabat dan keluarga, mereka selalu ada buat gue. Satu hal lagi yang paling penting, Tuhan, Allah. Meskipun gue (yang sangat tidak tahu diri ini) kadang melupakan Tuhan, namun gue tahu tuhan itu maha penyayang.
Saat gue udah bener-bener ngerasa lemah, satu-satunya cara adalah mengadu kepada Tuhan. Dan terbukti itu bisa sedikit menenangkan hati gue.

SEMANGAT!!!!!!!!