Senin, 30 Mei 2011

hati yang kau sakiti

denger lagu ini,, persis dgn yg aku alami.

Jangan pernah katakan bahwa
cintamu hanyalah untukku
karena kini kau telah membaginya

Maafkan jika memang kini
harus kutinggalkan dirimu
karena hatiku selalu kau lukai

Tak ada lagi yang bisa kulakukan tanpamu
ku hanya bisa mengatakan apa yang kurasa..

Ku menangis, membayangkan betapa kejamnya dirimu atas diriku
kau duakan cinta ini, kau pergi bersamanya..
Ku menangis,, melepaskan kepergian dirimu dari sisi hidupku
harus selalu kau tahu, akulah Hati yang telah kau sakiti.

Hmm,, miris memang.
seandainya kamu tahu kenyataannya bahwa saya amat sangat bersedih,
tapi saya selalu berusaha menutupi semuanya.
saya selalu berusaha untuk tersenyum di setiap kesempatan,
saya berusaha menghibur diri saya di sepanjang perjalanan,
biarlah hanya saya yg tahu kalau sebenarnya saya sedang bersedih.
saya selalu berusaha menjadi seorang wanita yang tegar.
ini semua cuma soal waktu, saya yakin saya bisa menjadi lebih baik tanpa kamu.

melawan dunia

kita adalah hati yang tertindas,
kitalah langkah yg berhenti berjalan,
kitalah mimpi yang tak terwujudkan,
senandungkan nada-nada yang hilang.

kita memahami yang sesungguhnya
dan tak harus menjelaskan semua
tanpa pedulikan kata mereka
kita berjalan melawan dunia

hanya bisa bicara
mereka tak beri jawaban.

tak perlu dengar kata mereka,
TERUSLAH BERJALAN!

posting perdana

hari ini aku kembali merenungkan semua kejadian yang pernah aku alami.
masih tentang masa lalu.
jujur saja, aku sangat merindukan semua kenangan indah itu.
kata-kata itu, tawa itu, candaan itu, suasana itu, semua yg bisa membuat hatiku tenang.
namun kembali lagi pada kenyataan yg berkata lain, jalan hidup yang sesungguhnya.
di satu sisi aku lelah dengan tangis itu, kesedihan itu, pertengkaran itu, semua yang membuat hatiku luka.
ada benarnya bahwa setiap kenangan baik maupun buruk selayaknya kita jadikan pelajaran berharga.
memang benar, semua ini Allah yang mengatur.
aku yakin bahwa inilah jalan terbaikku, kalaupun aku memang berjodoh pasti suatu saat nanti aku akan dipersatukan kembali.
tapi rasanya sangat tipis, lagipula tidaklah mudah untuk memaafkan kesalahan seseorang yang telah membuat hati saya hancur.
bagaimana tidak, saya rela menentang orang tua demi seseorang yang pada akhirnya menyakiti saya.
saya rela memperjuangkan orang yang lebih menitikberatkan orang lain dibanding saya.
sungguh,, kenyataan yang benar-benar pahit. namun inilah adanya.
kata orang tangisan air mata merupakan awal dari kebahagiaan yg akan kita peroleh nanti.
yah, insya Allah. semoga saja :)